Sejarah Berdirinya STITBA

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Balikpapan (STITBA) adalah bagian dari wacana oleh Yayasan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Kalimantan Timur yang berpusat di kota Balikpapan, pada tahun 2003. Pada tahun 2003 ini maka dibentuk tim dalam rangka menyusun dan merumuskan perguruan tinggi di lingkungan Pondok Pesantren, guna melengkapi jenjang pendidikan yang ada di pondok pesantren Syaichona Cholil Balikpapan yang telah memiliki Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), Madrasah Ibtidayah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Dari tim yang dibentuk atas saran dan masukan dari Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Cholil Kalimantan Timur yaitu KH. Muhammad Ali Cholil, perguruan tinggi yang di Pon-Pes Syaichona Cholil Balikpapan harus mampu menjadikan lembaga-lembaga di bawahnya sebagai laboratorium pendidikan tersebut. Maka atas saran dan masukan tersebut maka perguruan tinggi yang ada menurut tim yang dimaksud harus bercirikan pendidikan/tarbiyah. Untuk itu atas kemampuan sumber daya (resources) baik manusia, prasarana dan sarana maka untuk menjadikan Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona cholil Balikpapan, tentu sangat berat, oleh karenanya di tetapkan perguruan tinggi tersebut dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Balikpapan yang disingkat dengan (STITBA) sesuai dengan kondisi dan resources yang dimiliki oleh pon-pes Syaichona Cholil.

Awal pendirian pada tahun 2003 tersebut peletakan batu pertama dan penandatangan prasasti STITBA di lakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur yaitu Bapak H. Suwarna Abdul Fatah, dan operasional STITBA mulai dilaksanakan di bawah kepemimpinan Ustadz Drs. H. Syaiful, di bawah pengawasan dan bimbingan dosen-Dosen STAIN Samarinda. Sambil menyusun studi kelayakan guna mendapatkan ijin dari Kopertais XI wilayah Kalimantan yang berkedudukan di Banjarmasin.

Pada tahun 2004 Kopertais XI wilayah Kalimantan mengirim surat kepada Pengurus Sementara STITBA bahwa ijin pendirian dan pembukaan program studi untuk sementara tidak dibenarkan atau di ijinkan oleh Departemen Agama dalam hal ini Direktorat Jederal Pendidikan Islam sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Dan kewenangan kopertais saat itu sudah berubah sebagai pemberi ijin, melainkan hanya pemberi rekomendasi. Atas kebijakan pemerintah pada waktu itu STITBA mengalami kevakuman, karena ketua STITBA mengundurkan diri dan dig anti oleh Ustadz Izzat Sholihin, S.Ag. Hal ini menjadikan banyaknya mahasiswa mengundurkan diri dari STITBA (mahasiswa yang mengundurkan diri ternyata mahasiswa yang tidak memiliki ijazah setingkat SLTA).

Pada tahun 2005 Ijin pendirian perguruan tinggi dan pembukaan program studi di buka kembali, STITBA pada akhir tahun 2005 mengajukan Proposal untuk mendapatkan ijin, dan atas persyaratan yang ada maka kepengurusan mengalami perubahan karena pegawai negeri sipil tidak boleh menjadi Ketua Perguruan Tinggi, kecuali mendapat ijin dari pejabat berwenang, atas inisiatif dan kerja keras kepengurusan yang baru di bawah Koordinasi bapak Rasidi, M.Pd dan di bantu oleh pengurus dan bimbingan serta pengawasan rekan-rekan dosen STAIN Samarinda yang di koordinir oleh bapak Drs. H. Said Husein, MA pada tahun 2006 STITBA di Visitasi oleh Tim Direktorat Pendidikan Islam Departemen Agama, maka setelah visitasi perkuliahan dibuka kembali dengan pemutihan mahasiswa baik dari biaya maupun tahun masuk yang disesuaikan dengan tahun dilaksanakannya visitasi, yaitu tahun 2006. Pada tahun 2007 ijin operasional STITBA di turunkan tepatnya pada tanggal 20 April 2007 dengan Nomor Dj.I/177/2007.

Letak STITBA

STITBA berada di Lingkungan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan, tepatnya di Jalan Mulawarman RT. 21 komplek Pon-Pes Syaichona Cholil Balikpapan Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Kampus STITBA (Pondok-Pesantren) keberadaannya :

  1. Diapit dengan 2 (dua) Perumahan, sebelah timur Daksa/Palm Hill dan sebelah barat Sepinggan Lestari, dan dikelilingi pemukiman masyarakat. Di dalam Pon-Pes terdapat lembaga Pendidikan TK, MI, SMP, SMA dan SMK serta Pendidikan Dinniyah.

  2. Kurang lebih 1 Km terdapat komplek Angkatan Udara Republik Indosensia (AURI), 1,5 Km Pasar tradisional Sepinggan dan 2,5 Km, Bandara Internasional Sepinggan, dan Rumah Jabatan Walikota.
  3. Kurang lebih 3 Km terdapat Gedung Sebarguna sebagai arena olah raga yaitu (DOME), Kantor pemerintahan (Dinas Pendidikan Nasional, Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Pekerjaan Umum, Lalulintas Angkutan Jalan, dan Graha Pemuda, 3,5 km terdapat pusat perbelanjaan Grosir terbesar di Balikpapan yaitu Makro, dan Kapolda Kalimantan Timur.
  4. Kelurahan Sepinggan berdiri beberapa sekolah negeri dan swasta, diantaranya yaitu SMKN 1, SMA Negeri 4, SMA Negeri 5, SMA dan SMP Persatuan Jama'ah Haji, SMK Islam Al-Aqsha, SMP Negeri 5, SMP Negeri 18, SMP Negeri 14 dan SMP Wiyata Mandala, serta 2 pondok pesantren, yang menjadi mitra da'wah pondok pesantren Syaichona Cholil Balikpapan. Selain beberapa sekolah terbapat kurang lebih 23 Taman Pendidikan Al-Qur'an yang dikelola oleh pengurus masjid dan mushola. Dan terdapat komplek perumahan kelas menengah atas dan menengah kebawah.
  5. Kelurahan Sepinggan adalah kelurahan paling ujung kecamatan Balikpapan Selatan yang berbatasan dengan kecamatan Balikpapan Timur, dimana di kecamatan ini berdiri 4 pondok pesantren dan kecamatan Balikpapan Utara, yang berdiri 12 Pondok Pesantren.
  6. Kelurahan Sepinggan adalah kelurahan penduduk terpadat di antara 26 kelurahan lainnya, dan merupakan kecamatan terbesar penduduknya dari 4 kecamatan lainnya. Kecamatan Balikpapan Selatan terdapat berbagai kegiatan bisnis, dari jasa pendidikan yang kuantitas sekolahnya terbanyak dari 4 kecamatan lainnya. Jasa perhotelan di mana ada dua Hotel Bintang 5, ada 3 Hotel Bintang 4 dan tiga Hotel Bintang 3, dan sejumlah hotel-hotel melati, perdagangan dengan terdapat tiga mall (pusat perbelanjaan) dan Industri kecil dan menengah. Karena sesungguhnya Balikpapan adalah kota jasa, perdagangan dan industri.

KalenderAkademik



Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjNilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesua


RuangMahasiswa



Pengunjung Online:






Para tamu undangan putri
KH. Junaidi Kohar Sedang memberikan tausiah pada Perayaan Tahun Baru Hijriah 1432 yang di selenggarakan oleh SENAT STITBA
Para tamu undangan
Penampilan santri putri PP. Syaichona Cholil Pada Perayaan Tahun Baru Islam 1432 H yang diselenggarakan oleh SENAT STITBA
Penampilan Santri Putra PP. Syaichona Cholil Pada Perayaan Tahun Baru Islam 1432 H
Penggalangan Dana
Kondisi di sekitar letusan Gunung Merapi Jogjkarta
Penyaluran Bantuan kepada korban Gunung Merapi Di Sleman Jogja
Penyaluran Bantuan kepada korban Gunung Merapi Di Sleman Jogja
Penyaluran Bantuan kepada korban Gunung Merapi Di Sleman Jogja


Info

Pelaksanaan ujian Akhir Semester Ganjil akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2011, Bagi mahasiswa yang memiliki kewajiban administrasi harap seceptnya diselesaikan pada bagian Administrasi.